• Maret 2008
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Jumlah Pengunjung

    • 119,888 hits

PERKEMBANGAN ISLAM ERA KHULAFA AR-RASYIDIN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Sejarah adalah suatu rujukan saat kita akan membangun masa depan. Namun, kadang orang malas untuk melihat sejarah. Sehingga orang cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang masa depan.

Khulafa al-Rasyidun sebagai sahabat-sahabat yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad kiranya pantas untuk dijadikan sebagai rujukan saat kita akan melaksanakan sesuatu dimasa depan. Karena peristiwa yang terjadi sungguh beragam. Dari mulai cara pengaangkatan sebagai khalifah, sistem pemerintahan, pengelolaan administrasi, hubungan sosial kemasyaratan dan lain sebagainya.

Dalam memahami sejarah kita dituntut untuk dapat berpikir kritis. Sebab, sejarah bukanlah sebuah barang mati yang tidak dapat dirubah. Akan tetapi sejarah bisa saja dirubah kisahnya oleh sang penulis sejarah. Nalar kritis kita dituntut untuk mampu membaca sejarah dan membandingkan dengan pendapat lain. Saat kita sudah mampu untuk menyibak tabir sejarah dari berbagai sumber, barulah kita dapat melakukan rekonstruksi sejarah.

Rekonstruksi sejarah perlu dilakukan agar kita dapat memisahkan antara peradaban Arab dan peradaban islam. Sebab, kita sering memakan mentah-mentah peradaban yang datang dari Arab sebab semuanya dianggap sebagai peradaban islam. Kita perlu memandang peradaban dari berbagai aspeknya. Langkah ini agar kita tidak hanya sekedar ”bangga” dan larut dalam historisisme yang seringkali ”menjebak” pemikiran progressif kita.1

 

B. Pokok Bahasan

1. Bagaimana Perkembangan Politik dan Pemerintahan

Pada masa Khulafa’ al-Rayidun?

2. Bagaimana Perkembangan Kebudayaan dan Peradaban

Pada masa Khulafa’ al-Rayidun?

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Politik dan Pemerintahan Pada masa Khulafa’ al-Rayidun

    1.  
      1.  
        1. Abu Bakar As-Shiddiq 11-3 H/ 632-634 M

Abu Bakar memangku jabatan khalifah berdasarkan pilihan yang berlangsung sangat demokratis di muktamar Tsaqifah Bani Sa’idah, memenuhi tata cara perundingan yang dikenal dunia modern saat ini. Kaum Anshar menekankan pada persyaratan jasa (merit), mereka mengajukan calon Sa’ad Ibn Ubadah. Kaum muhajirin menekankan pada persyaratan kesetiaan, mereka mengajukan Abu Ubaidah Ibn Jarrah.2 Sementara itu Ahlul bait menginginkan agar Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah atas dasar kedudukannya dalam islam, juga sebagai menantu dan karib Nabi. Hampir saja perpecahan terjadi. Melalui perdebatan dengan beradu argumentasi, akhirnya Abu Bakar disetujui oleh jama’ah kaum muslimin untuk menduduki jabatan khalifah.

Sebagai kahlifah pertama, Abu Bakar dihadapkan pada keadaan masyarakat sepeninggal Muhammad SAW. Meski terjadi perbedaan pendapat tentang tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi kesulitan yang memuncak tersebut, kelihatan kebesaran jiwa dan ketabahan batinnya. Seraya bersumpah dengan tegas ia menyatakan akan memerangi semua golongan yang menyimpang dari kebenaran (orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat dan mengaku diri sebagai nabi).

Kekuasaan yang dijalankan pada massa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasululllah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat ditangan Khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, khalifah juga melaksanakan hukum,. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabatnya bermusyawarah.

Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengririm kekuatan ke luar Arabia. Khalid Ibn Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hiyah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi dibawah pimpinan empat jendral yaitu Abu Ubaidah, Amr Ibn ’Ash, Yazid Ibn Abi Sufyan, dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun.

 

  1.  
    1.  
      1.  
        1. Umar Ibn Al-Khaththab 13-23 H/634-644 M

Umar Ibn Al-Khaththab diangkat dan dipilih oleh para pemuka masyarakat dan disetujui oleh jama’ah kaum muslimin. Pada saat menderita sakit menjelang ajal tiba, Abu Bakar melihat situasi negara masih labil dan pasukan yang sedang bertempur di medan perang tidak boleh terpecah belah akibat perbedaan keinginan tentang siapa yang akan menjadi calon penggantinya, ia memilih Umar Ibn Al-Khaththab. Pilihannya ini sudah dimintakan pendapat dan persetujuan para pemuka masyarakat pada saat mereka menengok dirinya sewaktu sakit.

Pada masa kepemimpinan Umar Ibn Al-Khaththab, wilayah islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Karena perluasan daerah terjadi dengan begitu cepat, Umar Ibn Al-Khaththab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi pemerintahan, dengan diatur menjadi delapan wialayah propinsi : Mekah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga Yudikatif dengan Eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Jawatan kepolisian dibentuk. Demikian juga jawatan pekerjaan umum, Umar Ibn Al-Khaththab juga mendirikan Bait al-Mall. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimayarakat Umar selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang memang dianggap mampu dibidangnya.3


  1.  
    1.  
      1.  
        1. Ustman Ibn Affan 23-35 H/644-656 M

Ustman Ibn Affan dipilih dan diangkat dari enam orang calon yang diangkat oleh khalifah Umar saat menjelang wafatnya karena pembunuhan. Keenam orang tersebut adalah: Ali bin Abu Thalib, Utsman bin Affan, Saad bin Abu Waqqash, Abd al-Rahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, serta Abdullah bin Umar, putranya, tetapi ”tanpa hak suara”.4 Umar menempuh cara sendiri yang berbeda dengan cara Abu Abakar. Ia menunjukkan enam orang calon pengganti yang menurutnya dan pengamatan mayoritas kaum muslimin memang pantas menduduki jabatan Khalifah. Oleh sejarawan islam mereka disebut Ahl al-Hall a al’aqd pertama dalam islam., merekalah yang bermusyawarah untuk menentukan siapa yang menjadi khalifah. Dalam pemilihan lewat perwakilan tersebut Ustman Ibn Affan mendapatkan suaran lebih banyak, yaitu 3 suara untuk Ali dan 4 suara untuk Ustman Ibn Affan.

Pemerintah khalifah Ustman Ibn Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya. Ustman Ibn Affan mengangkat keluarganya (Bani Ummayyah) pada kedudukan yang tinggi. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintahan, Ustman Ibn Affan menekankan sistem kekuasaan pusat yang mengusaai seluruh pendapatan propinsi dan menetapkan seorang juru hitung dari keluarganya sendiri.

 

  1.  
    1.  
      1.  
        1. Ali Ibn Abi Thalib 35-40 H/656-661 M

Ali Ibn Abi Thalib tampil memegang pucuk kepemimpinan negara di tengah-tengah kericuhan dan huru-hara perpecahan akibat terbunuhnya Usman oleh kaum pemberontak. Ali Ibn Abi Thalib dipilih dan diangkat oleh jamaah kaum muslimin di madinah dalam suasana sangat kacau, dengan pertimbangan jika khalifah tidak segera dipilih dan di angkat, maka ditakutkan keadaan semakin kacau. Ali Ibn Abi Thalib di angkat dengan dibaiat oleh masyarakat.

Dalam masa pemerintahannya, Ali Ibn Abi Thalib mengahadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela’ terhadap daerah Usman yang telah ditumpahkan secara dhalim. Perang ini dikenal dengan nama perang jamal.5

Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah. Yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaannya. Pertempuran yang terjadi dikenal dengan perang shiffin, perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelsaikan maslah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga Al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali).6

  1. Peradaban dan Kebudayaan Pada masa Khulafa’ al-Rayidun

  1. Pada Masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

Pada ini kondisi sosial mayarakat menjadi stabil dan dapat mengamankan tanah Arab dari pembangkang dan penyelewengan seperti orang murtad, para nabi palsu dan orang-orang yang enggan membayar zakat.

Selain itu keadaan kaum muslimin menjadi tenteram, tidak khawatir lagi beribadah kepada Allah. Perkembangan dagang dan hubungan bersama kaum muslim yang berada di luar Madinah keadaannya terkendali dan terjalin dengan baik. Selain itu juga kemajuan yang dicapai adalah : Pembukuan Al-Qur’an

 

  1. Pada Masa Khalifah Umar Ibn Al-Khaththab

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :

  • Pemberlakuan Ijtihad

  • Menghapuskan zakat bagi para muallaf

  • Mengahpuskan hukum mut’ah

  • Lahirnya ilmu Qira’at

  • Penyebaran Ilmu Hadits

  • Menempa mata uang dan

  • menciptakan tahun Hijriah

 

  1. Pada Masa Khalifah Ustman Ibn Affan

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :

  • Penaskahan Al-Qur’an

  • Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

  • Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon

  • Membangun Pengadilan

  • Membnetuk Angkatan Laut

  • Membentuk Departemen:

    1. Dewan kemiliteran

    2. Baitrul Mall

    3. Jawatan Pajak

    4. Jawatan Pengadilan

 

  1. Pada Masa Khalifah Ali Ibn Abi Thalib

Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ali adalah :

  •  
    1.  
      • Terciptanya ilmu bahsa/nahwu (Aqidah nahwiyah)

      • Bermkebangnya ilmu Khatt al-Qur’an

      • Berkembangnya Sastra

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari pema\paran diatas adalah, bahwa dalam sejarah pemerintahan islam tidak ada satu pun konsep negara islam. Sebab ssemuanya tergantgung pada situasi dan kondisi yang ada. Seperti Abu Bakar yang diangkat dengan sistem demokrasi lanbgsung, Umar diangkat dengan sistem kerajaan, yaitu Abu Bakar mengangkat langsung Khalifah Umar sebagai pengganti diriny, Utsman naik menajdi Khalifah dengan sistem perwkilan, atau sekarang lebih dikenal dengan parlemen, sedang Ali naik dengan klaim sep[ihak dri kelompoknya yang akhirnya kaumnya terpecah belah.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Al-Jabiri, Mohamed Abed. 2004. Problem peradaban: penelusuran atas jejak Kebudayaan Arab, Islam dan Timur. Yogyakarta: Belukar.

Engineer, Asghar Ali. Devolusi Negara Islam. 2000. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maryam, Siti dkk (Ed.). 2004.Sejarah Peradaban Islam dari masa klasik hingga masa modern. Yogyakarta: LESFI.

Sjadzali, Munawir. 1993. Islam dan Tata Negara ajaran, sejarah dan pemikiran. Jakarta: UI-Press.

Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

 

1 Mohamed Abed Al-Jabiri, Problem peradaban: penelusuran atas jejak Kebudayaan Arab, Islam dan Timur, Yogyakarta: Belukar, 2004, Hlm. 5

2 Siti Maryam, dkk (Ed.), Sejarah Peradaban Islam dari masa klasik hingga masa modern, Yogyakarta: LESFI, 2004, Hlm 45

3 Asghar Ali Engineer, Devolusi Negara Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000, Hlm. 77

4 H. Munawir Sjadzali, M.A., Islam dan Tata Negara ajaran, sejarah dan pemikiran, Jakarta: UI-Press, 1993, Hlm. 25

5 Dr. Badri Yatim, M.A. Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, Jakarta: PT RjaGrafindo Persada, 2006, Hlm. 39-40

6 Op Cit

About these ads

2 Tanggapan

  1. [...] Ditulis dalam Uncategorized PERKEMBANGAN ISLAM ERA KHULAFA AR-RASYIDIN [...]

  2. Salam. Setelah membaca paparan yang disajikan ada beberapa masukan yang dapat menjadikan bahan rujukan.
    a. Kita memahami bahwa Rasul tidaklah mungkin meninggalkan umatnya tanpa adanya pemimpin, karena amat erat kaitannya dengan perjalanan umat itu sendiri. Namun ada kalanya umat lebih mengedepankan emosi / nafsu dibandingkan dengan nash.
    b. Mungkin ada baiknya anda mencoba membaca kembali sejarah Ghadir Khum. Cobalah teliti kembali mengapa kisah Nabi Musa banyak terdapat di dalam Al Qur’an.
    c. Menurut konsep agama Ibrahim ada 3 jabatan langit yang hanya Allah yang dapat memilihnya; Jabatan itu adalah : Tuhan, Nabi, dan satu lagi Imam. Khusus untuk jabatan ketiga, orang yang berhak menduduki jabatan tersebut adalah pilihan Tuhan bukan hasil pilihan manusia, pilkada, ataupun musyawarah. “Dan Kami jadikan mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk dan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (Q.S As Sajdah 23-24)
    Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin . . . . (Q.S Al Maidah: 12)
    Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (dari pada Kami). Dan masing-masing kami jadikan orang yang shaleh.
    Kami telah menjadikan mereka itu sebagai Imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah. (Q.S al Anbiya’: 72-73)
    d. Ali bin Abi thalib adalah satu-satunya manusia yang lahir didalam Ka’bah dan tidak ada yang lahir setelah itu di dalam ka’bah, ia pulalah yang semenjak kecil mendapat asuhan dari rasul dan mendapat pengajaran dan ilmu tentang segala sesuatu, hingga diibaratkan seperti anak unta dengan induknya.
    e. Hadist Manzilah menyatakan : ” Wahai Ali kedudukanmu disisiku seperti Harun disisi Musa namun tiada nabi setelahku.” maka bila melihat dari konsep ajaran Ibrahim maka Ali bin Abi Thaliblah sang penerus Nabi dengan jabatan yang di sebut sebagai Imam.
    pendapat anda yang menyatakan Ali naik dengan klaim sepihak naik kemudian menyebabkan kelompok terpecah adalah keputusan yang tidak tepat. bacalah kembali buku karangan O Hasem. “kepemimpinan pasca Rasul” Musadiq Marhaban ‘Yudas Pengkhianat atau Penyelamat”.
    Posisi Ali bin Abi Thalib yang sebenarnya telah diangkat oleh Rasul secara sah, dalam peristiwa pasca Haji Wada di Ghadir Khum.
    f. Kondisi terbunuhnuhnya Usman bukanlah sebuah kebetulan karena memang telah direncanakan oleh Muawiyah.
    Menurut Ya’qubi, ketika tengah dikepung Usman berulang kali mengirim surat kepada Muawiyah. isi surat Usman ini antara lain meminta bantuan, namun Muawiyah malah tidak mau mengirimkan pasukan yang diminta. Sikap Muawiyah yang tidak memperhatikan surat Usman ini sudah sedemikian rupa sehingga usmanpun menyadari keadaan. Pada hari terakhir Muawiyah mengirimkan 1200 pasukan namun tidak masuk kedalam kota madinah, melainkan berhenti di suatu tempat.untuk menunggu perintah lebih lanjut. Sememntara itu Muawiyah menugaskan seseorang untuk menemui Usman. Kepada utusan Muawiyah Usman bertanya, ” Apakah anda membawa bantuan?”
    si utusan menjawab, “Aku datang untuk melihat langsung situasi yang tengah anda hadapi.”
    “Tidak, Anda kesini tentunya untuk membunuhku,” kata Usman. (Tarikh Al Ya’qubi, jil 2, hal 165)
    g. Mengutip Aisyah, ” Fatimah dari kalangan perempuan dan Ali dari kalangan laki-laki yang paling dicintai Rasul” (Al Isti’ab jil , hal 378; Tarikh Jurjan,218)
    h. “Aku tak pernah sholat dibelakang siapapun kecuali dibelakang Rasul” kata Imam Ali ( Nahj – al Balghah, khotbah 131)
    Saya usulkan anda mengkaji lebih dalam “Sejarah Islam ” karya Rasul Jafarian, Penerbit Lentera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: