• Desember 2007
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Jumlah Pengunjung

    • 140,784 hits

SERTIFIKASI GURU; PROFESIONAL SEORANG GURU

LaPut Sertifikasi guru nampaknya sudah menjadi isu nasional yang menyebabkan guru-guru berlomba-lomba untuk mengikutinya. Semuanya mengidamkan selembar sertifikat bukti bahwa ia dapat dikatakan sebagai seorang guru yang professional, yang nantinya dapat meningkatkan penghasilan guru. Ya itulah yang di idamkan guru selama ini, adanya peningkatan taraf ekonomi. Moment yang sangat bagus ini tidak mau terlewatkan oleh Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Sudah terpandangnya Fakultas Tarbiyah di tingkat nasional menyebabkan mudah mendapat izin untuk dapat menjadi salah satu LPTK penyelengaara sertifikasi bagi guru. Sehingga, beberapa waktu lalu di Fakultas Tarbiyah secara resmi membuka ujian sertifikasi dan penilaian portofolio bagi guru dalam jabatan guna mendapatkan selembar kertas “sertifikat” tanda profesional. Hal ini dilaksanakan sehubungan dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 18 tahun 2007 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Usman (PD I) yang mendapat amanah sebagai wakil ketua panitia sertifikasi di LPTK Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga bahwa pelaksanaan sertifikasi guru ini mengacu pada UU Sisdiknas Tahun 2003, UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa seorang guru adalah pendidik professional. “Pemerintah menginginkan guru yang professional, pemerintah menganggap bahwa guru itu perlu “dicek ulang, ditata ulang” agar guru tersebut tetap memenuhi kualitas profesi seperti yang diatur dalam UU”, jelasnya. Beliau menambahkan, berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang akan memberikan tunjangan profesi, selayaknya dituntut pula keprofesionalan seorang guru. Bapak Usman menjelaskan bahwa sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan dalam bentuk portofolio yang kemudian akan dinilai oleh LPTK yang berwenang sebagai asesor. Jika nilai yang diperoleh memenuhi batas minimal (850) maka sertifikat akan diterima, namun jika skor yang diperoleh kurang dari batas minimal maka akan diadakan diklat untuk menggenapkannya. Namun inilah hambatan yang dirasakan dalam pelaksanaan sertifikasi ini. Beliau mengatakan bahwa hingga sampai detik ini LPTK belum memperoleh dana sepeserpun dari pemerintah untuk melaksanakan uji sertifikasi dan penilaian portofolioini, sehingga menghambat kinerja panitia. Padahal untuk sertifikasi ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Seperti ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga (Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag)bahwa “bahwa untuk kuota tahun 2006 lalu dianggarkan setiap peserta sebesar Rp. 500.000,- Namun dana yang turun baru sebesar Rp.7.500.000,-,” kalau kita melihat besarnya dana yang tersedia jelas jauh dari cukup. Sebab andaikata jumlah peserta sertifikasi 20 orang maka dana yang dibutuhkan sebesar 10 juta. Padahal jumlah peserta yang mengkuti sertifikasi ini jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu pihak asesorlah yang menutupi kekurangan dana tersebut. “untuk menutupi kekurangan maka pihak asesor pun harus merogoh kocek sendiri.” Tambah Pa Dekan. Selain itu, urusan dengan beberapa intansi juga terkesan lambat sehingga turut menjadi kendala pula. Hambatan itu adalah pertama, kesepakatan bahwa semua guru agama baik yang diangkat oleh Depag, Diknas, maupun swasta sepenuhnya berada dibawah naungan Depag. Namun disayangkan informasi mengenai kuota tidak segera sampai sehingga data yang tadinya telah dimasukkan di Diknas terlambat dikirim ke Depag. Kedua, kurangnya pembekalan bagi guru mengenai format portofolio sehinggga sebagian besar portofolio yang diserahkan tidak sesuai dengan acuan yang ada di buku pedoman sertifikasi guru. Ketiga, ada penggantian nama yang tiba-tiba sehingga memperlambat penyerahan portofolio. Pada dasarnya program sertifikasi ini diorientasikan bagi seluruh guru. Baik pra-jabatan maupun guru dalam jabatan. Namun, karena beberapa hal, maka untuk sementara ini program tersebut hanya diberlakukan bagi guru dalam jabatan. Sedang untuk guru pra-jabatan telah direncanakan Program pendidikan profesi yang sistemnya dirancang dengan beban SKS dengan masa studi paling lama 3 semester. Menurut Bapak Sutrisno, jika UU mengenai pendidikan profesi ini telah ditetapkan maka setiap calon guru harus mengikuti pendidikan tersebut dan dimungkinkan ke depannya tidak lagi di gunakan Akta IV karena sertifikat guru tersebut lebih menjamin keprofesionalan seorang guru. “Tidak ada diskriminatif dalam sertifikasi ini, baik itu guru sekolah negeri (PNS), swasta maupun honorer diharapkan semuanya menjadi guru yang berkualitas. Namun hal ini pun tergantung besarnya kuota yang ditentukan oleh pemerintah daerah berdasarkan anggaran yang ada. Sedang guru yang tidak berkesempatan melalui proses seleksi kuota dapat menempuh jalur lain yaitu pendidikan profesi yang Insya Allah mulai dilaksanakan tahun depan secara keseluruhannya”, tambahnya. Lalu bagaimana nasib para alumni Fakultas Tarbiyah, apakah mereka juga akan dipersyaratkan sertifikasi guru?. Keterangan yang didapat dari Bapak Karwadi (Sekjur PAI) menegaskan bahwa ”hal ini tergantung kebijaksanaan nantinya”. Menurut Dekan Fakultas Tarbiyah bagi mahasiswa PAI yang telah bekerja akan lebih mudah untuk mengikuti uji sertifikasi ini.Karena mahasiswa tersebut telah memililiki pengalaman masa kerja sehingga setelah lulus dapat langsung mengikuti uji sertifikasi guru. Pelaksanaan sertifikasi guru ini diperkirakan berlangsung hingga tahun 2012 nanti. Dan nantinya jika sertifikasi guru tersebut telah berjalan lancar maka setiap pengangkatan guru baru harus mempunyai sertifikat pendidikan profesi.(Arf/Noe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: