• September 2008
    S S R K J S M
    « Agu   Nov »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Jumlah Pengunjung

    • 140,784 hits

BAB II Hasil & Analisis

A. Observasi Pembelajaran

Observasi pembelajaran adalah kegiatan mengamati guru pembimbing di Sekolah/Madrasah yang sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Observasi pembelajaran dilakukan sebelum mahasiswa PPL II melaksanakan praktik pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan agar mahasiswa praktikan mendapatkan gambaran mengenai bagaimana guru pembimbing mengelola kelas serta bagaimana situasi dan kondisi kelas dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil dari observasi tersebut nantinya akan dijadikan pertimbangan oleh mahasiswa praktikan dalam mengajar di kelas, dengan cara menyiapkan diri baik dari segi mental maupun profesionalitasnya dalam mengajar .

Sebelum melaksanakan observasi pembelajaran di kelas, mahasiswa praktikan harus berkonsultasi dengan guru pembimbing perihal waktu, kapan mahasiswa praktikan diperkenankan melakukan melakukan observasi pembelajaran.

Observasi dilakukan sebanyak satu kali, dilakukan pada mata pelajaran Qur’an Hadits di kelas XI IPA 1 yaitu pada :

Hari/tanggal : Rabu, 23 Juli 2008

Bidang studi : Qur’an Hadits

Pokok bahasan : Kemurnian Al-Qur’an

Kelas/semester : XI IPA 1

Jam pelajaran : 3-4

(Adapun hasil observasi terlampir)

Format observasi pembelajaran telah diberikan dari kampus yaitu berupa lembaran Kegiatan Observasi Sekolah. Adapun hasil observasi dapat disimpulkan setelah mahasiswa praktikum melakukan observasi pada guru pembimbing adalah sebagai berikut :

a. Ketrampilan membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan memotivasi siswa, yaitu menarik perhatian siswa, mengadakan appersepsi, sedikit mereviuw pelajaran pada pertemuan sebelumnya agar dalam pembelajaran dapat sinergis dengan apa yang sudah diajarkan dipertemuan sebelumnya, memberi acuan, menyampaikan topik dan tujuan materi pelajaran yang akan disampaikan.

b. Ketrampilan menjelaskan materi

Guru menjelaskan dengan menggunakan berbagai metode dan didukung dengan peguasaan materi yang baik. Sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru dengan baik. Adapun cara guru menjelaskan materi, yaitu dengan memberikan contoh, penekanan pada hal-hal yang penting sehingga siswa pada umumnya selalu tertarik untuk memperhatikan. Dan juga memberikan penghargaan kepada siswa yang mau aktif menanggapi guru, sehingga siswa bertambah semangat dalam melakukan proses pembelajaran.

c. Interaksi Pembelajaran

Dalam hal pengaktifan siswa dalam proses belajar mengajar guru selalu memberikan dorongan agar siswa aktif mengerjakan soal-soal di LKS setelah menjelaskan materi pelajaran, memberi pertanyaan yang membuat siswa harus berfikir, bertindak aktif dan kreatif. Melakukan tanya jawab, pemberian tugas di rumah baik individu maupun kelompok dan mendekati siswa satu persatu yang mengalami kesulitan atau males-malesan. Saat ada siswa yang melas-malesan adalah guru biasanya memberikan kesempatan pada siswa tersebut unuk membaca ayat Al-Qur’an, Hadits, atau pendapat ulama sesuai dengan materi yang sedang dibahas, agar siswa dapat kembali berkonsentrasi pada materi pelajaran.

d. Ketrampilan bertanya

Guru dalam memberikan pertanyaan untuk semua siswa secara menyeluruh, sehingga semua siswa mendapat kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan jika siswa mengalami kesulitan maka dibantu dengan menjawab secara bersama-sama, agar jawaban mereka lebih jelas dan tepat, guru memrangkum dan meluruskan jawaban yang diberikan oleh siswa. Dengan demikian siswa dapat menjadi aktif dalam mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah.

e. Ketrampilan memberi penguatan

Dalam setiap pembahasan pasti ada hal-hal penting yang ingin ditenkankan pada materi tersebut, oleh karena iulah guru memberikan penekanan pada point-point penting dalam materi tersebut, juga mengaitkannya dengan kondisi realita yang ada disekitar siswa.

f. Ketrampilan menggunakan waktu

Guru menggunakan waktu dalam pembelajaran dengan efektif dan proporsional. Secara garis besar penggunaan waku disini adalah untuk penyampaian materi oleh guru, diskusi interaktif dengan siswa, dan refres saat siswa mulai jenuh karena lelah. Dengan adanya pembagian waktu secara proporsional diharapkan semua tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

g. Ketrampilan menutup pelajaran

Sebelum pembelajaran berakhir guru menjelaskan kembali inti-inti materi pelajaran keseluruhan secara umum, memberikan post test, resitasi, dan semangat untuk terus memperdalam materi yang telah dan akan disampaikan dirumahnya masing-masing. Setelah pembelajaran berakhir diakhiri dengan doa dan salam.

Setelah selesai melakukan observasi pembelajaran, mahasiswa praktikan berkonsultasi kepada guru pembimbing. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, mahasiswa praktikan memperoleh gambaran bahwa kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di dalam kelas guru sudah mampu menguasai kelas dengan baik, penyampaikan materi mudah dimengerti oleh siswa dan selalu berusaha untuk membuat siswa aktif. Namun karena terbatasnya media yang ada, guru hanya bisa menggunakan metode ceramah dan diskusi sebagai metode utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: