• Januari 2009
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Jumlah Pengunjung

    • 140,784 hits

MENITI JALAN TUHAN DENGAN SAINS & TEKNOLOGI

BAB I

PENDAHULUAN

Pada masa globalisasi, perkembangan ilmu dan teknologi belum mampu mengatasi apa yang disebut sebagai krisi gawat ilmu pengetahuan. Interaksi antara ilmupengetahuan dengan lingkungannya diliputi oleh berbagai macam masalah, yang meliputi ancaman impersonal terhadap ummat menusia. Seiring dengan itu , degradasi moral mengkhawatirkan. Tingkat kriminalitas dan angka kejahatan di belahan bumi manapun menunjukkan peningkatan.

Yang lebih membahayakan lagi , semakin banyaknya ilmuan dan kaum intelektual yang meninggalkan ajaran agama, bahkan sebagian dari mereka menganggap agama sebagai penghambat ilmu pengetahuan. Untuk itulah, para sarjana dan cendikiawan mempunyai peran vital untuk menghilangkan ketidakadilan dan penindasan baik yang berada pada masyarakat muslim maupun masyarakat di belahan dunia lainnya. Mereka harus lebih mencurahkan perhatian mereka untuk menjaga dan mengembangkan keilmuan dan budaya dan nilai – nilai budaya islam. Mereka harus memperjuangkan idealitas muslim yang santun dan membenahi moral serta cirri khas muslim sebagai tuntutan masyarakat global.

Oleh karena itu disini penulis akan mencoba berbagi ilmu tentang keintegrasian antara ilmu dan islam untuk menuntun kita semua ke jalan Allah SWT, dengan menjelaskan terminology ilmu pengetahuan, sains dan teknologi dalam paradigma islam, juga beberapa contoh tentang sains sebagai keajaiban dari firman Allah.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 TERMINOLOGI

1. Islam, Sains dan Teknologi

Islam memberikan perhatian yang luar biasa terhadap SAins dan Teknologi. Al – Qur’an memiliki dan memberi inspirasi bagi manusia untuk melakukan observasi dan eksperimen, banyak ayat – ayat dalam Al- Qur’an yang membicarakan tentang permasalahan tersebut, diantaranya ;

Faedah selalu ingat kepada Allah dan merenungkan ciptaan-Nya

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS Al- Imran 190)

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Al- Imran 191)

Ayat di atas memberikan apresiasi terhadap manusia sebagai makhluk Allah yang berakal. Makhluk yang memiliki kewajiban untuk menjadi pengelola alam semesta.

2. Perkembangan Sains dan Teknologi.

Allah SWT telah menganugerahkan akal kepada kita, suatu anugerah yang sangat berharga, sehingga kita umat manusia mampu berfikir kritis dan logis. Demikian pula dengan agama Islam, dating dengan sifat memuliakan dan mengaktifkan kerja akal serta menuntunya kea rah pemikiran islam yang rahmatallilalamin. Artinya Islam menempatkan akal sebagai perangakat yang memperkuat basis pemahaman keIslaman dengan sains supaya dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil, yang mampu menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan agamanya. Dalam firman Allah dalam QS Al Baqarah 29 :

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maka sudah wajar ketika manusia mengerahkan potensinya untuk mengembangkan keilmuan yang ada untuk menggarap alam semesta dengan Sains dan Teknologi. Jelasnya, kemampuan yang ada pada diri manusia harus dikembangkan seoptimal mungkin supaya dapat mengolah kekayaan alam ini agar tidak mubadzir, akan tetapi dengan satu catatan pengolahan tersebut tidak boleh mengganggu dan merusak kesetabilan ekosistem yang ada.

Dalam hal ini, ajaran islam juga ikut mendorong dan menuntut perkembangan sains dan teknologi. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah dimuka bumi, tetapi tetap memikul beban pokok sebagai hamba Allah yang wajib beribadah. Yang artinya semua yang terjadi di alam denagn keajaiban atau pun perkembangan sains dan teknologi adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti dalam firman Allah QS Al- Kahfi 7

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

Dari ayat dan penjelasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan sederhana bahwa sains dan teknologi bukan tujuan hakiki dari hidup manusia , akan tetapi hanyalah alat yang serbaguna untuk melancarkan dan meningkatkan ibadah kita terhadap Allah SWT. Seperti ditegaskan dalam firman (QS Al- Qashas 77)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas 77)

Manusia menurut fitrah beragama tauhid

30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168], (QS Ar Rum :30)

[1168]. Fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan

Maka, jika perkembangan sains dan teknologi tidak diiringi dengan kesadaran hidup beragama secara bersungguh –sungguh, tentulah moral dan akhlak suatu kaum atau bangsa akan merosot sampai pada tingkatan binatang yang paling hina.

3. Contoh Integrasi Al- Qur’an dan Sains & Teknologi

A. Keseimbangan Benda Langit

Tegaknya langit, yaitu segala apa yang ada di luar bumi, dengan kokoh dan rapi, yang sudah berjalan bermiliar – miliar tahun hal ini menunjukkan adanya semacam “medan gaya” tertentu yang bekerja secara tetap di jagad ini. Hal ini dinyatakan oleh firman Allah :

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(Al Rahman :7)

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS Al Faatir;41)

Ayat – ayat di atas menyatakan adanya semacam gaya penahan yang membawa kita kepada kesetimbangan benda –benda langit, meskipun benda benda langit itu saling bergerak. Realitas kesetimbangan ini sangat nyata dan sudah diakui kebenaranya oleh umat manusia. Para ahli fisika sudah cukup lama mengenal gaya gravitasi antara benda – benda bermassa yang bekerja secara luas di alam ini. Setelah Isaac Newton pada tahun 1686 merumuskan hokum gravitasi, orang dapat lebih mudah memahami dan menerangkan berbagai peristiwa jagad raya.

B. Perjalanan Manusia ke Angkasa Luar

Allah SWT berfirman :

33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.(QS Al. RAhman 33)

Allah SWT dalam ayat di atas menantang jin dan manusia untuk meningkatkan kemampuanya agar dapat menempuh jarak – jarak yang sangat jauh, kea rah mana saja, termasuk juga ke langit, menjelajah medan – medan yang sulit, sehingga wawasan dan ilmu pengetahuanya bertambah serta semakin mengenal keagungan Tuhanya, namun dengan satu catatan, bahwa perjalanan itu tidak dikerjakan sembarangan, artinya harus dengan perhitungan dan persiapan yang matang, karena akibatnya bias fatal. Kefatalan itu dapat berupa kekurangan bahan makanan, atau media yang di gunakan kehabisan energi.

Allah SWT berfirman :

Pertolongan Allah pasti datang

Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya[982].(QS. Al- Hajj:15)

[982]. Maksud ayat ini ialah, seandainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad s.a.w. tidak senang atas kemajuan Islam bisa naik ke langit dan dapat melihat keadaan di sana, tentu ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tidak dapat dihalang-halangi. Sebagian ahli tafsir mengartikan: maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali itu

Ayat ini mengisyaratkan suatu kesan, bahwa di antara manusia terdapat orang – orang yang hatinya panas dan benci kepada Nabi Muhammad SAW dan risalah Islam yang di ajarkanya. Mereka ini berusaha kelemahan dan kesalahan agar bias menjatuhkan agama Islam. Dan memperbolehkan mereka menembus langit atau menjelajahi planet – planet lain sampai tingkat kesanggupan mereka, supaya dapat melihat lebih detail kekuasaan Tuhan dan kebenaran Islam. Akan tetapi kemanapun manusia pergi maka merekan akan tetap melihat kekuasaan Allah dan kebenaran Islamyang diperuntukkan untuk umat manusia. Allah berfirman :

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushilat :53).

3. Global Warming

Akhir – akhir ini marak dengan apa yang disebut dengan global warming dan dari pembahasan tersebut kita semua telah tau apa dan apa saja yang menyebabkan sampai pada akibat yang ditimbulkan. Tapi apakah kita respek dengan hal tersebut? Dan bahwa kejadian ini juga termasuk akibat dari kurangnya keimanan kita dalam mengguanakan ilmu dan teknologi yang kita miliki. Dalam firman Allah disebutkan ;

akibat yang buruk dan yang berakibat baik dari perbuatan manusia

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS Ar rum 41)

Semua bencana yang kini dirasakan oleh seluruh umat manusia akibat global warming menunjukkan dampak dari pada keserakahan umat manusia sendiri. dalam Al-Qur’an surat Arrum ayat 41 disebutkan bahwa segala kerusakan yang ada di darat dan di laut adalah karena perbuatan manusia itu sendiri. Manusia melupakan fungsinya sebagai khalifah di bumi hal ini karena manusia hanya mengikuti hawa nafsu dan keserakahan tanpa peduli akibatnya.

Celaan terhadap orang-orang yang membantah Tuhan

Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah[976] tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat, (Al Hajj;3)

[976]. Maksud membantah tentang Allah ialah membantah sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah dan Al Quran itu adalah dongengan orang- orang dahulu dan bahwa Allah tidak kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan telah menjadi tanah.

Celaan terhadap orang yang membantah Tuhan karena kesombongan dan untuk menyesatkan orang lain

Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (QS al-Hajj:8).

[978]. Maksud yang bercahaya ialah: yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil.

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun (QS ar-Ruum: 29).

Beberapa dari hadis nabi juga menjelaskan hal ini di masa lampau :

a) Rasulullah SAW bersabda, “Al Harj (akan meningkat)”’ Mereka bertanya, “Apakah Al Harj itu?” Beliau menjawab, “(Yaitu) pembunuhan (saling membunuh), (yaitu) saling membunuh (pembunuhan).” (HR Bukhari)

b) Hari kiamat (As Sa’ah) akan tiba ketika kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan akan menjadi suatu yang lazim (HR Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul Ummaal)[1]

c) Dunia ini tidak akan menemui akhirnya, hingga suatu hari akan datang pada manusia, pada hari itu akan ada pembunuhan massal dan pertumpahan darah. (Muslim)[2]

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Islam adalah sistem yang menyeluruh, menyentuh segi kehidupan manusia, Islam adalah negara dan tanah air,akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan juga keadilan, peradaban dan perundang – undangan, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, dengan kata lain islam adalah akidah yang lurus dan benar.

Islam dan Ilmu pengetahuan adalah bagian yang integral. Dengan Ilmu Islam akan semakin kokoh dan tegak dan dengan agama, ilmu akan bermanfaat bagi alam semesta. Ilmu pengetahuan seharusnya mampu membawa manusia untuk tunduk dan beribadah kepada Allah.

Apabila Ilmu yang di pelajari, tidak memberikan manfaat dan dampek positif dalam peningkatan iman kepada Allah. Maka ada yang salah dalam pencarian Ilmu tersebut. Ilmu adalah rahmat yang di berikan oleh Allah kepada manusia yang akan menjadikanmanusia semakin taat kepada Allah dan semakin yakin akan kebesarannya.

Dari uraian di BAB II, penulis menarik kesimpulan bahwa Islam dan Sains akan memberikan keuntungan yang besar dalam peradaban manusia khususnya bagi muslim untuk :

  1. Semakin membuktikan bahwa Islam adalah satu – satunya agama Allah yang Haq, sempurna, serba ilmiah dan tanpa dogma.
  2. Memperdalam pemahaman, mempertajam makrifat dan keimanan kepada Allah SWT, yang menciptakan dan mengatur alam semesta.
  3. Mendorong untuk untuk senantiasa terus melakukan penelitian eksplorasi ilmiah untuk dapat menguak dan mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Harun Yahya, alih bahasa Ary nilandari, keajaiban Atom, 2003 Bandung PT Syamamil Cipta Media.

Rohadi dan Sudarsono, Ilmu dan Teknologi dalam Islam,2005, Jakarta. Departemen Agama RI

Ir.R.H.A. Sahirul Alim M.Sc, Menguak Keterpaduan Sains dan Teknologi dalam Islam,1996, Yogyakarta. Dinamika

Kuntowijoyo, Islam sebagai Ilmu,2006, Yogyakarta. Tiara wacana


Satu Tanggapan

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/meniti_jalan_tuhan_dengan_sains_teknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: