• April 2009
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Jumlah Pengunjung

    • 140,784 hits

KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN
Pemimipin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Jenis pemimipin bermacam-macam, ada pemimipin formal, yaitu yang terjadi karena pemimipin bersandar pada wewenang formal. Adapula pemimpin informal, yaitu yang terjadi karena tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain.
A.Pengertan kepemimpinan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”. Sementara Soepardi (1988) mendefinisikan kepemimpinan sebagai “kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahakan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien”. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan, yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya, adanya pengikut, serta adanya situasi kelompok tempat pemimipin dan pengikut berinteraksi.
B.Teori kepemimipinan
1)Pendekatan sifat-sifat kepemimpinan
Usaha yang pertama kali dilakukan oleh psikolog dan peneliti untuk memahami kepemimpinan yaitu mengenali karakteristik atau ciri-ciri para pemimpin yang berhasil. Untuk menyukseskan pelaksanaan tugas-tugas pemimpin belakangan ini telah banyak dilakukan penelitian oleh para ahli dengan harapan dapat ditemukan model kepemimpinan yang baik atau efektif. Namun kesimpulan dari hasil studi itu, ternyata tidak ada satu model tunggal yang memenuhi harapan. Dalam kaitannya dengan ciri-ciri pemimpin, Gerungan menyatakan bahwa setiap pemimpin sekurang-kurangnya mempunyai tiga cirri, yaitu:
Penglihatan sosial
Kecakapan berfikir abstrak, dan
Keseimbangan
Sedangkan menurut J. Slikboer, pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat:
Dalam bidang intelektual
Berkaitan dengan watak, dan
Berhubungan dengan tugasnya sebagai pemimpin
Ciri-ciri lain yang berbeda dikemukakan oleh Ruslan Abdulgani (1958) bahwa pemimpin harus memiliki kelebihan dalam hal:
Menggunakan pikiran
Rohani, dan
Jasmani
Masih mengacu pada karakteristik, dikemukakan oleh:
H. Fayolà sehat, cerdas, setia, jujur, berpendidikan, dan berpengalaman
Gr. Terryà kekuatan, kestabilan emosi, kemampuan hubungan manusiawi, dorongan pribadi, keterampilan berkomunikasi, kecakapan mengajar, kecakapan bergaul, dan kemampuan teknis
Ordwey Teedà penuh energi, semangat mencapai tujuan, memiliki gairah kerja, ramah, jujur, punya keahlian teknis, mampu mengambil keputusan, cerdas, punya keahlian mengajar, dan punya keyakinan.
Apabila disimpulkan karakteristik pemimpin berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka seorang pemimpin harus memiliki:
Kekuatan jasmani yang cukup
Kekuatan rohani yang cukup
Semangat untuk mencapai tujuan
Penuh antusias
Ramah penuh perasaan
Jujur dan adil
Memiliki kecakapan teknis
Dapat mengambil keputusan
Cerdas
Punya kecakapan mengajar
Penuh keyakinan
Punya keberanian
Ulet dan tahan uji
Suka melindungi
Penuh inisiatif
Memiliki daya tarik
Simpatik
Percaya diri
Intelegensi tinggi
Waspada
Bergairah dalam bekerja
Bertanggung jawab
Rendah hati
Objektif
2)Pendekatan perilaku
Bagaimana pemimpin akan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, nilai-nilai, dan pengalaman mereka (kekuatan pada diri pemimpin) sebagai contoh, pimpinan yang yakin bahwa kebutuhan perorangan harus dinomorduakan dariapada kebutuhan organisasi, mungkin akan mengambil peran yang sangat direktif (peran perintah) dalam kegiatan para bawahannya. Demikian pula bawahan perlu dipertimbangkan sebelum pimpinan memilih gaya yang cocok. Menurut Tannenbaum pimpinan dapat memberikan partisipasi dan kebebasan yang lebih besar kepada bawahan, dengan pertimbangan:
Mengharapkan kemerdekaan dan kebebasan bertindak
Ingin mempunyai tanggung jawab pengambilan keputusan
Mendukung tujuan organisasi
Cukup berpengetahuan dan berpengalaman untuk menangani masalah secara efisien
Mengaharapkan manajemen partisipatif

3)Pendekatan situasional
a.Teori kepemimpinan kontingensi
Teori ini dikembangkan oleh Fiedler and Chemers, berdasarkan hasil penelitiannya tahun 1950, disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki, tetapi juga karena berbagai faktor situasi saling berhubungan antara pemimpin dengan situasi. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. Menurut Fiedler tak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi, serta ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
1)Hubungan antara pemimpin dan bawahan
2)Sruktur tugas
3)Kekuasaan yang berasal dari organisasi
b.Teori kepemimpinan tiga dimensi
Teori ini dikemukakan oleh Redden, seorang guru besar Universitas New Brunswick, Canada. Menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan, yaitu perhatian pada produksi atau tugas, perhatian pada orang, dan dimensi efek efektivitas. Gaya kepemimpinan Redden sama dengan jaringan manajemen, memiliki empat gaya dasar kepemimpinan, yaitu integrated, related, separated, dan dedicated. Keempat gaya dasar tersebut jika dilihat dari segi efektif dan tidak efektif akan menjadi tujuh gaya kepemimpinan, yaitu:
1)Gaya efektif, meliputi:
Executive, gaya ihi menunjukkan adanya perhatian baik tugas maupun kepada hubungan kerja pada kelompok.
Developer, gaya ini memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap hubungan kerja kelompok dan perhatian minimum terhadap tugas pekerjaan
Benevolent authocrat, gaya ini memberi perhatiah terhadap tugas dan rendah dalam hubungan kerja.
Birokrat, gaya ini memberi perhatian rendah terhadap tugas maupun terhadap hubungan
2)Gaya tidak efektif
Compromiser, gaya ini memberi perhatian tertinggi pada tugas maupun pada hubungan kerja
Missionary, gaya ini memberi perhatian yang tinggi pada hubungan kerja dan rendah pada tugas
Autocrat, gaya ini memberi perthatian yang tinggi pada tugas dan rendah pada hubungan
Deserter, gaya ini memberi perhatian yang rendah pada tugas dan hubungan kerja
c.Teori kepemimpinan situasional
Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi, yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor, yaitu perilaku tugas (task behavior), perilaku hubungan (relationship), dan kematangan (maturity). Menurut teori ini gaya kepemimpinan akanm efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. Makin matang anak buah, pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan menambah perilaku hubungan.
Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapakan dalam tingkat kematangan anak buah adalah sebagai berikut:
Gaya mendikte (telling), gaya ini diterapkan pada anak buah yang tingkat kematangan rendah.
Gaya menjual (selling), gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat.
Gaya melibatkan diri (participating), gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada pada taraf kematangan moderta sampai tinggi.
Gaya mendelegasikan (delegating), gaya ini diterapkan apabila kemempuan dan kemauan anak buah telah tinggi.
C.faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin
menurut H. Jodhep Reitz (1981) factor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin meliputi:
kepribadian
pengharapan perilaku atasan
karakteristik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: