• Agustus 2009
    S S R K J S M
    « Mei   Okt »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Jumlah Pengunjung

    • 140,784 hits

Mata yang tak terbutakan oleh harta dan benda

Mata yang tak terbutakan oleh harta dan benda

Oleh : kent_abas@yahoo.com

Tidak banyak di dunia ini orang yang mampu menata hatinya sampai pada tingkatan hilm. Sebab kabanyakan orang yang sudah mempunyai banyak harta lupa akan tempat dimana dia dulu berasal. Kemiskinan, kesengsaraan, pahitnya perjalanan hidup seolah tak pernah ada dalam kamus hidup dia, padahal perjalanan itu dia lalui selama bertahun-tahun. Tapi terbutakan oleh gelimang harta yang kini dia miliki. Orang yang melupakan akan perjalanan kehidupan masa lalu dia yang “sengsara” seperti orang yang mengalami amnesia, walaupun sebenarnya tidak. Gejala ini terjadi karena factor psikologi kejiwaan dia yang belum sempurna terbentuk. Dalam segi fisik mungkin dia memang terlihat seperti seorang yang sempurna, akan tetapi segi kejiwaan dia ada yang terbentuk tidak sempurna, ini yang dinamakan split kejiwaan. Split kejiwaan merupakan gejala psikologi dimana jiwa seseorang terbentuk dari pengalaman yang tidak begitu baik, sehingga jiwa dia merasa sangat sakit oleh pengalaman tersebut. Rasa sakit kejiwaan ini menyebabkan dia seolah-olah menginginkan masa lalu tersebut tidak pernah ada dalam perjalanan hidupnya. Sehingga bila ada orang miskin yang dating kepadanya untuk hanya sekedar minta sedekah ia tolak mentah-mentah dengan dalih bahwa kalau menginginkan uang ya harus berusaha keras. Dan jangan bermalas-malasan. Nasehatnya memang baik, akan tetapi sikap yang ditunjukkan seolah-seolah dia tidak pernah berada dalam posisi yang sama. Orang-orang yang mempunyai kejiwaan yang seperti ini akan melahirkan orang-orang yang kaya tapi sombong dan angkuh. Split kejiwaan tidak terjadi dan terbentuk apabila selama manusia dapat mengontrol keadaan diri dia. Dalam artian dia tetap dapat ingat akan siapa diri dia dan dariaman dia berasal. Sehingga dapat posisi di atas angin pun seseorang akan tetap dapat sadar diri dan tidak menunjukkan sikap yang sombong dan angkuh seperti halnya ditunjukkan oleh orang yang mengalami split kejiwaan. Memang tidak banyak orang yang bisa keluar dari sangkar penderitaan dengan tetap berada dalam kondisi kejiwaan yang stabil. Sebab, kabanyakan ada bagian jiwa yang terpecah oleh pengalaman yang telah ia lalui. Orang yang tetap bisa mempertahankan kondisi psikologisnya setelah dia dapat keluar dari cobaan akan mampu menjadi orang yang arif, dermawan, dan bijaksana. Lalu anda?? Dimanakah sedang berdiri??

2 Tanggapan

  1. hai, tulisan yang bermanfaat, sorry ngikut thread komentar ini sebagai salam kenal… sy Agus Suhanto

  2. oya… salam kenal juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: